Turn Off Payment Dalam Ilmu Marketing

Turn Off Payment Dalam Ilmu Marketing
Turn Off Payment Dalam Ilmu Marketing

Turn Off Payment (TOP) merupakan bentuk transaksi yang hampir sama bentuknya dengan kredit pada distributor ilmu marketing. Akan tetapi turn off payment ini berbentuk seperti kredit hanya saja memiliki perbedaan dengan bentuk kredit biasanya.

Pada turn off payment ini biasanya berlaku pada bentuk kredit yang ada pada distributor. Turn off payment ini memiliki batas waktu tertentu yang relatif lebih sebentar dibandingkan dengan bentuk kredit biasanya dalam ilmu marketing.

Turn off payment dalam ilmu marketing ini ada yang berbentuk 12 hari dan 25 hari. Perbedaan  turn off payment antara 12 hari dan 25 hari ini yaitu dari bentuk karakter produk yang ada pada distributor itu sendiri.

Jadi tidak semua macam produk diberi waktu turn off payment 25 hari. Karena untuk turn off payment 25 hari ini khususnya diperuntukan kepada produk yang memiliki karakteristik produk yang agak lambat dalam perputarannya. Contoh produk yang biasanya diberi top 25 hari ini seperti obat-obatan, spare part kendaraan, dll.

Dalam pelaksanaannya, turn off payment dalam ilmu marketing ini berlaku pada distributor. Bentuk kredit turn off payment ini dilakukan oleh distributor terhadap konsumennya. Karena dengan begitu konsumen dapat melakukan perputaran terlebih dahulu terhadap produk yang didapat dari distributor.

Dan setelah jatuh tempo maka konsumen harus membereskan kewajibannya untuk menselesaikan kreditnya ini. Dengan begitu konsumen dapat melakukan transaksi baru lagi dengan distributor tersebut.

Untuk mendapatkan pelayanan turn off payment ini maka konsumen jelas sudah harus terdaftar dalam customer record card pada distributor. Dengan begitu konsumen dapat menggunakan pelayanan turn off payment ini.

Dalam turn off payment ini konsumen tidak dituntut untuk memberikan jaminan seperti pada bentuk kredit lainnya. Akan tetapi distributor dapat mengetahui kegiatan dan kemampuan dari konsumen tersebut. sehingga dengan begitu distributor dapat memberi kepercayaan kepada konsumennya.

Dan juga bentuk kredit yang diberikan oleh distributor ini memiliki tempo yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan bentuk kredit lainnya. Sehingga konsumen pun harus dapat dengan cepat untuk membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo sehingga konsumen dapat melakukan pemesanan kembali.

Oleh karena itu turn off payment dalam ilmu marketing ini merupakan salah satu bentuk pelayanan distributor untuk memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada konsumennya atau outlet untuk mendapatkan keuntungan terlebih dahulu.

Dengan begitu konsumen atau outlet merasa diuntungkan dan tentunya akan melakukan transaksi pemesanan kembali dengan bentuk kredit yang sama pula.

Pada transaksi ini perlu diperhatikan juga untuk waspada terhadap konsumen yang memungkinkan untuk kabur atau outlet bangkrut sehingga tidak bertanggung jawab. Karena jika terjadi maka distributor merasakan kerugian dari akibat tersebut.

Oleh karena itu tindakan yang dapat dilakukan yaitu menarik kembali produk yang telah dipesannya (jika ada) dan konsumen atau outlet diwajibkan mengganti kerugian distributor sesuai dengan banyaknya produk yang dipesan.

Jika konsumen atau outlet ini membuat distributor kerugian besar karena tidak mampu melakukan kewajibannya atas pemesanan suatu produk dan produk yang dipesannya juga telah habis maka bisa saja konsumen atau outlet ini dituntut oleh distributor kepada pihak yang berwajib.

Maka dari itu konsumen juga harus mampu menggunakan pelayanan yang diberikan distributor ini sebaik mungkin. Bentuk transaksi seperti ini sudah menjadi keunggulan distributor dalam memperoleh konsumen tetap dengan ilmu marketing yang saling menguntungkan.
Turn Off Payment Dalam Ilmu Marketing Turn Off Payment Dalam Ilmu Marketing Reviewed by Rasa Manis on 11.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.